ANALISIS SOSIAL

TEMA: DISKRIMINASI TERHADAP AGAMA MINORITAS DI DALAM ASPEK PENDIDIKAN ”Mengungkap Ketidakadilan dalam Pelaksanaan Pembelajaran Agama di Sekolah Negeri Khususnya di Fase SMA Propinsi D. I Yogyakarta” ( Studi Kasus di SMAN 3 Yogyakarta dan SMAN 10 Yogyakarta )

• Latar Belakang

Kemampuan formal adalah pondasi awal dalam memperoleh bekal bagi kehidupan bermasyarakat. Melalui pendidikan, manusia mendapat berbagai sosialisasi nilai lalu tentu tertentu akan terjadi proses penyerapan nilai-nilai ini. Beragam wawasan dan pengetahuan juga bisa didapat orang saat menjalani pendidikan formal. Wawasan dan pengetahuan itu lah yang akan membentuk kerangka akal manusia agar agar dapat berpikir secara retraite. Cara belajar yang diterapkan turut menyeleksi hasil bagaimana pendidikan tersebut diserap dan diaplikasikan. Salah satu motif pendidikan yang disediakan oleh pemerintah sebagai pemuasan kewajiban misalnya yang tertera pada UUD 1945 adalah sekolah negri. Sistim pendidikan di sekolah negeri menganut pada kurikulum yang dibentuk oleh pemerintah. Kurikulum ini menyusun banyak mata pelajaran yang tetao diajarkan dalam para murid. Salah 1 mata pelajaran yang terbilang wajib diajarkan adalah kemampuan agama. Pembelajaran agama dalam bangku sekolah negeri diadakan dalam rangka pendidikan ethical dan ketakwaan bagi murid-murid. Fakta yang kerap ditemukan di lapangan sekaligus jadi sebuah ironi adalah agama mayoritas di Indonesia ialah Islam bahkan menjadi perkara yang mendominasi dalam cara pendidikan ini khususnya pada kegiatan belajar-mengajar mata pelajaran agama. Dampak yang timbul ialah hampir sering adanya perlakuan tidak adil bagi siswa-siswi yang beragama lain. Padahal merujuk di faedah sekolah negeri sendiri sesuai UUD 1945 pasal 31, sepenuhnya warga negara Indonesia mempunyai porsi hak yang persis untuk mendapatkan pembelajaran yang layak dalam rangka mengeniuskan bangsa sama sekali tanpa memandang SARA maupun status ekonomi. Hal ini jadi penting untuk diperhatikan dan dibahas lebih lanjut karena praktek yang berlangsung di dalam pembelajaran agama di sedikit sekolah negri melenceng dalam dari apa yang jadi dasar serta tercantum dalam UUD 1945 Indonesia. Akibat dari cara pendidikan yang memarjinalkan siswa beragama no Muslim di sini. ialah degradasi hak dri golongan minoritas untuk mengenyam pendidikan yang layak pantas dengan yang ditemukan oleh pemerintah. Contoh praktek-praktek ketidakadilan ini misalnya, master yang diberikan kepada siswa-siswi low Muslim seringkali tidak mempunyai kompetensi cukup baik bagi memberikan pelajaran agama, porsi pertemuan untuk pelajaran petunjuk non Islam sangat minim sekali dibandingkan dengan pelajaran agama Islam, tidak tersedianya fasilitas, misalnya ruangan serta kitab suci, yang baik bagi perkerjaan belajar-mengajar pendidikan agama no Islam. Wacana multikulturalisme tentu amat diinginkan dalam kehidupan beragama termasuk kehidupan beragama di sekolah negeri. Lebih lagi sekolah negeri seharusnya jadi institusi dimana pendidikan multikultural dikembangkan serta ditanamkan pada generasi kandidat penerus bangsa. Dalam menghadapi pemeluk petunjuk berbeda yang harus dipegang adalah nilai-nilai universal berupa keadilan, kemanusiaan, kesetaraan, berbuat baik kepada sesama, kejujuran dan lain sebagainya (Yaqin, 2005: xiv). Sekolah negeri merupakan wadah menuntut ilmu bagi semua warga negeri Indonesia dengan tidak memandang perbedaan agama sebagai suatu kenda;la seharusnya mengaplikasikan nilai-nilai di atas dalam redigee pembelajaran agama. Dengan mengabaikan hak-hak orang lain atau mengabaikan nilai-nilai keadilan mengenai bermuara dalam konflik-konflik kepentingan individual maupun kelompok pada masa yang akan datang. Diskriminasi kemudian pengkotak-kotakan pada kehidupan beragama di sekolah bisa mengakibatkan para muridnya tidak paham mengenai multikulturalisme dan pluralisme dan teknik menyikapi keberagaman agama di dalam kehidupan bermasyarakat nantinya hingga bisa jadi pemicu konflik yang...

Tags:

Reservation Blues Chpt Synopsis Essay

Love or Hate Essay